Alasan Apa & Mengapa Rasulullah Melarang Minum Sambil Berdiri



Dalam beberapa iklan televisi, kita bisa melihat cara minum yang sangat jauh dari syariat islam, misalnya minum sambil berdiri, berlari, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan Anda, apakah minum sambil berdiri sudah menjadi kebiasaan Anda sehari-hari? Jika iya, maka hentikan kebiasaan tersebut, sebagaimana petunjuk Rasulullah Saw berikut :


Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR. Muslim dan Turmidzi) (Penguat Hati Ketika Ujian Menyapa)
Dan juga dalam hadits lain yang artinya :
Bersabda Nabi dari Abu Hurairah,“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)
Hadist makan dan minum sambil berdiri:
Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِيَ فَلْيَسْتَقِئْ
“Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.” (HR. Muslim no. 2026)
Dari Anas radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا
“Bahwa beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” (HR. Muslim no. 2024)
Ali radhliallahu ‘anhu pernah datang dan berdiri di depan pintu rahbah, lalu dia minum sambil berdiri. Setelah itu dia berkata:
إِنَّ نَاسًا يَكْرَهُ أَحَدُهُمْ أَنْ يَشْرَبَ وَهُوَ قَائِمٌ وَإِنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَمَا رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ
“Sesungguhnya orang-orang merasa benci bila salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, padahal aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya sebagaimana kalian melihatku saat ini.” (HR. Al-Bukhari no. 5615)
Ibnu ‘Abbas radhiallahu anhuma berkata:
سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ قَائِمًا
“Aku memberi minum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari air zam-zam, lalu beliau minum sambil berdiri.” (HR. Al-Bukhari no. 1637 dan Muslim no. 2027)


Alasan Medis tentang Larangan Minum Sambil Berdiri

Ternyata, di dalam tubuh manusia terdapat filter (jaringan penyaring) yang bernama Sfringer, yakni suatu struktur berotot (maskuler) yang bisa membuka dan menutup. Pada saat kita duduk, filter penyaring akan terbuka, sebaliknya akan menutup kembali ketika kita berdiri. Jadi, pada saat kita minum sambil berdiri, maka filter dalam kondisi tertutup sehingga air tidak melalui penyaringan dan langsung masuk hingga ke kantong kemih. Jika air yang tidak difilter tersebut masuk ke kandung kemih, maka akan terjadi pengendapan di saluran ureter dan mengakibatkan gangguan pada ginjal, mislanya penyakit cristal ginjal. 

Jika kita minum dalam kondisi duduk, maka posisi filter penyaring akan terbuka dan akan memproses air yang masuk sebelum akhirnya disalurkan ke berbagai organ lainny dan diolah kembali hingga masuk ke kandung kemih. 

Berikut ini tambahan penjelasan yang bisa dilakukan bila ingin hidup sehat dengan menggunakan terapi air.
  1. Minum dua geas air setelah bangun tidur dapat membersihkan organ-organ internal tubuh.
  2. Minum segelas air 30 menit sebelum makan, dapat membantu fungsi pencernaan dan ginjal
  3. Minum segelas air sebelum mandi, dapat menurunkan gejala tekanan darah.
  4. Minum segelas air sebelum tidur dapat mencegah stroke dan serangan jantung.
  5. Minum air minimal tiga-empat liter atau delapan gelas sehari. Tujuannya untuk membantu peredaran darah dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Jika ini bisa kita lakukan secara rutin, tubuh akan makin sehat. Sebab, dua pertiga tubuh manusia terdiri atas air. Bila kekurangan minum air, maka tubuh akan terasa kaku, pinggang sakit, dan penyakit ginjal pun akan mudah terjadi.
Khusus bagi kita yang terbiasa bekerja dengan aktifitas yang banyak duduk dan berada di depan komputer atau laptop, maka perbanyaklah minum air putih. Ini untuk mengantisipasi gejala sakit ginjal atau pinggang.
Ibnul Qoyyim, seorang ulama yang juga pakar kesehatan dalam islam menyebutkan akibat buruk yang dapat kita alami apabila minum sambil berdiri, diantaranya tidak bisa optimal dalam memberikan kesegaran pada tubuh, akibat air yang kita minum lebih cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Padahal seharusnya masuk dalam lambung dan dipompa oleh jantung untuk disalurkan ke seluruh organ tubuh. 

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama, maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.” 
Dr. Ibrahim Al-Rawi menyebutkan :
Pada saat manusia berdiri, maka dia berada dalam keadaan tegang. Organ keseimbangan pada pusat syaraf seseorang tengah bekerja keras agar mampu mempertahankan seluruh otot tubuhnya, sehingga seseorang bisa berdiri dengan stabil dan sempurna. Sebaliknya ketika duduk, maka syaraf seseorang berada dalam posisi tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan berada dalam kondisi siap menerima makanan atau minuman dengan baik dan terkontrol. 
Dr. Ibrahim Al-Rawi juga menekankan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi pada saat berdiri, bisa berakibat pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi syaraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Apabila refleksi ini terjadi secara keras dan tiba-tiba, maka dapat menyebabkan disfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak. 
Berikut ini adalah ilustrasi jika kita minum dengan cara duduk:
 Air yang masuk dengan cara duduk, akan disaring oleh sfringter. Sfringter sendiri adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal.
Nah, jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lag, dan Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadilah pengendapan disaluran ureter karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal, salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing adalah salah satu akibat dari minum sambil berdiri.
Begitu juga kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Nah… gimana…??? Cukup memberikan jawaban kan, kenapa kita tidak boleh makan dan minum dengan berdiri…??
Sekarang kita jadi tahu apa manfaatnya dari sunnah Rosul, makan dan minum dengan duduk. Mari kita mulai aplikasikan dikeseharian kita yuk. Kalau ada yang lupa dan tidak sengaja, boleh lho saling mengingatkan. Kan muslim yang baik adalah yang saling nasehat menasehati dalam hal kebaikan…

Apakah Rasulullah tidak pernah minum sambil berdiri?

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata, “Aku memberi minum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari air zam-zam, lalu beliau minum sambil berdiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam kondisi darurat, dimana manusia penuh sesak di tanah suci sehingga Beliau terhalang untuk duduk. Jadi hal itu bukanlah kebiasaan atau bisa dikatakan dalam kondisi darurat. Jadi cara minum dan makan yang terbaik adalah sambil duduk. Semoga bermanfaat yaa!

0 Response to "Alasan Apa & Mengapa Rasulullah Melarang Minum Sambil Berdiri"

Posting Komentar