Hilangnya Figur Ayah, Sebabkan Anak Terjerumus Penyimpangan Seksual


Seringkali, lelaki yang kini berperan sebagai ayah menganggap dirinya lebih penting berada di luar. Artinya, ia hanya menghabiskan waktu untuk bekerja, berusaha memenuhi kebutuhan keluarga. Ya, dia hanya terfokus pada urusan nafkah. Padahal, ada tanggungjawab lain yang juga tak kalah pentingnya dengan nafkah.
Lelaki disebut sebagai ayah, tentu karena ia memiliki anak. Nah, anak inilah yang seringkali terabaikan. Kebanyakan ayah hanya mempercayakan tanggungjawab mengurus anak pada istrinya saja. Padahal, sosok ayah pun penting bagi anak.
Tahukah Anda, bahwa kehilangan figur ayah bisa membuat anak terjerumus pada kegiatan penyimpangan seksual, baik seks bebas ataupun LGBT?
Hasil penelitian dari Konferensi Keluarga Indonesia, remaja yang bermasalah kebanyakan berasal dari keluarga tanpa ayah—85% remaja masuk penjara, 63% bunuh diri, 80% pelaku pemerkosaan, 85% penyimpangan tingkah laku. Na’udzubillah min dzalik.
Wahai ayah, berapa kali Anda memeluk anak-anak dalam sehari? Berapa lamakah Anda mendengarkan celotehan anak sekaligus bermain bersama mereka dalam sehari? Seberapa dekat hubungan Anda dengan putra-putri di rumah? Apakah mereka berani memberitahukan rahasia-rahasia kecilnya pada Anda?
Sungguh berat azab Allah jika Anda menyia-nyiakan anak titipan-Nya, dan hanya mengandalkan istri untuk mendidik anak. Sedangkan pendidikan istri juga merupakan tanggungjawab Anda. Dari sekian banyak kasus penyimpangan seksual, terutama LGBT, jika ditelusuri lebih jauh pada diri pelaku maupun korban, sekitar 60% ada hubungannya dengan rasa haus akan figur ayah di masa kecil.
Bahkan, hasil penelitian lainnya 100% gay adalah disebabkan kehilangan figur ayah. Entah karena cara mendidik yang keras, ayah yang terlalu sibuk bekerja, atau justru karena pola asuh yang overprotektif.
Coba bayangkan kebanyakan pola asuh dan pendidikan saat ini: Anak usia 0 sampai 2 tahun pengasuhan full oleh ibu. Usia pre-school, 90% guru di sekolah-sekolah pre-school adalah perempuan. Usia TK, tenaga pendidik pun didominasi oleh guru perempuan. Usia SD, tenaga pendidiknya pun didominasi oleh guru perempuan. Di mana anak mendapatkan figur ayah?
Wahai Ayah, kembalilah ke rumah dan didik anak-anakmu agar menjadi putra dan putri yang penuh limpahan kasih ayah dan ibu.
Dan untuk ibu, jika memang tidak ada sosok ayah yang baik yang bisa diperkenalkan pada anak, maka dekatkan mereka pada om, paman, atau kakeknya. Agar figur ayah tidak 100% hilang. []
Sumber: www.ummi-online.com

0 Response to "Hilangnya Figur Ayah, Sebabkan Anak Terjerumus Penyimpangan Seksual"

Posting Komentar