SUAMI, INI SOLUSI JIKA ISTRI SEDANG HAID ALA RASULULLAH



Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan biologis suami-istri adalah salah satu yang penting dalam kehidupan pernikahan. Meski bukan yang utama, namun jika kurang bijak atau hati-hati dalam menyikapinya, bisa jadi mengakibatkan situasi runyam dan kurang harmonis. Salah satu masalah yang mungkin menjadi polemik dalam rumah tangga adalah ketika istri sedang haid, sementara pada waktu itu suami sangat membutuhkan suatu hubungan yang menyenangkan dengan istrinya. (hubungan yang dimaksud disini tidak jauh-jauh dengan hubungan biologis).

Kira-kira adakah jalan keluar  untuk mengatasi masalah tersebut? Para suami tidak perlu khawatir apalagi merasa gundah gulana, ini solusi jika istri sedang haid ala Rasululullah:

Bermesraan dengan pasangan atau bercumbu

Aisyah mengisahkan suatu hal yang penting untuk diketahui para istri dan suami, saat haid dan ingin melayani kebutuhan biologis:

“Apabila saya haid, Rasulullah SAW menyuruhku untuk memakai sarung, kemudian beliau bercumbu kepadaku”[HR Ahmad]

Poin ini dirasa sangat penting, karena beberapa orang mengira jika istri sedang tidak suci alias haid, maka harus dihindari kontak fisik, atau bahkan tidak menyentuh sama sekali tubuh istrinya, khawatir dosa.
Maka, hal ini sudah terjawab, jika suami melakukan bercumbu dengan istrinya saat haid diperbolehkan dengan syarat, bermesraan itu bisa dilakukan dari pusar keatas, dan dilarang daerah atara pusar sampai lutut istri.

Tubuh istri halal untuk suami, dan boleh

melakukan sesuatu atasnya, kecuali hubungan seks.
Mengapa Islam melarang berhubungan seks saat haid? Jawabannya dalam segi kesehatan memang bisa berpengaruh pada organ wanita, selain itu juga bukan hal yang etis jika melakukan hal tersebut, karena haid itu adalah kotoran:

Mereka bertanya kepadamu tentang Haid. Katakanlah, Haid itu adalah suatu kotoran [Al Baqarah ayat 222]
Ibnu Utsaimin menegaskan jika ingin memaknai Al-Mahidh itu mencakup masa haid atau tempat keluarnya haid adalah kem*luan. Dan selama masa haid melakukan hubungan in*im/ s*ks hukumnya adalah haram [ A-Syarhul Mumthi’, 1/477)

“Menjauhi tempat keluarnya darah”, Ibn Qudamah juga menambahkan jika  suatu daerah memang terlarang untuk dikunjungi, yakni area kem*luan wanita pada saat haid.
Namun Suami, Ini Solusi Jika Istri Sedang Haid Ala Rasulullah yang bisa dilakukan pada saat mendesak ingin bermes*aan dengannya dengan satu hadist Rasulullah yang kaya akan isyarat jika apapun bisa dilakukan oleh suami terhadap tubuh istrinya, kecuali berj*ma’ atau melakukan hubungan i*tim.

Hadist dari Anas bin Malik ra, rasulullah bersabda:
“Lakukanlah segala sesuatu [dengan istri kalian] kecuali nikah”[HR. Muslim]
Makna “nikah” disini menurut At-Thibi adalah hubungan intim. Apa hubungannya hubungan intim dengan nikah? karena dengan nikah merupakan sebab utama dihalalkannya hubungan intim.

Mencapai Klimaks dengan bantuan tangan istri

Beberapa orang mengartikan hal ini sebagai melakukan masturbasi dengan bantuan tangan istri. Apakah hal ini diperbolehkan?

Hal ini bisa disyarikan dengan ayat Allah berikut:
“Orang-orang yang menjaga kem*luannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki. maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampui batas [ QS. Al Mu’minun 5-7]

beberapa ulama menafsirkan hal ini sebagai sesuatu yang tidak terlarang jika seandainya suami membutuhkan istrinya dengan menggunakan tubuh istrinya [termasuk tangan] untuk membantu mencapai klimaks syahwat.

Dari artikel diatas, bisa disimpulkan jika selama suami menginginkan kepuasan dalam hal seksual saat istri sedang haid maka hal itu diperbolehkan selama menggunakan tubuh istrinya, dengan batasan pusar keatas, dan tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan intim. Suami, Ini Solusi Jika Istri Sedang Haid Ala Rasulullah yang perlu dicermati agar tidak terjadi kesempitan dalam berpikir dan kesalahan persepsi

0 Response to "SUAMI, INI SOLUSI JIKA ISTRI SEDANG HAID ALA RASULULLAH"

Posting Komentar